Akademi Kebidanan Delima
Kurikulum Program Studi Kebidanan di Akademi Kebidanan Delima dirancang secara komprehensif dan adaptif untuk membekali mahasiswa dengan kompetensi yang dibutuhkan dalam praktik kebidanan profesional. Kurikulum ini disusun berdasarkan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) dan Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN-Dikti), serta mengacu pada regulasi dari Asosiasi Institusi Pendidikan Kebidanan Indonesia (AIPKIND).
Struktur Kurikulum
Kurikulum ditempuh dalam waktu 3 tahun (6 semester), dengan beban studi sebanyak 110–120 SKS, yang terbagi menjadi:
- Mata Kuliah Umum
- Pendidikan Pancasila
- Kewarganegaraan
- Bahasa Indonesia
- Bahasa Inggris
- Etika dan Hukum Kesehatan
- Mata Kuliah Dasar Kebidanan
- Anatomi dan Fisiologi
- Mikrobiologi dan Parasitologi
- Farmakologi
- Ilmu Gizi
- Psikologi Perkembangan
- Mata Kuliah Keahlian
- Asuhan Kebidanan Kehamilan
- Asuhan Persalinan
- Asuhan Nifas dan Menyusui
- Asuhan Neonatus, Bayi, dan Balita
- Keluarga Berencana (KB)
- Kesehatan Reproduksi Remaja
- Manajemen Pelayanan Kebidanan
- Praktik Klinik dan Komunitas
- Praktik di Rumah Sakit, Puskesmas, dan Klinik Bersalin
- Praktik Mandiri
- Praktik Asuhan Komunitas
- Tugas Akhir
- Laporan Karya Tulis Ilmiah (KTI) atau Laporan Studi Kasus
Ciri Khas Kurikulum
- Berbasis Kompetensi: Fokus pada capaian pembelajaran (learning outcomes) mencakup sikap, pengetahuan, keterampilan umum, dan keterampilan khusus.
- Integratif dan Holistik: Penggabungan teori dan praktik secara langsung melalui model pembelajaran berbasis masalah (problem-based learning) dan pendekatan kasus (case-based).
- Evidence-Based Practice: Mendorong mahasiswa untuk menggunakan hasil penelitian dan data ilmiah dalam pengambilan keputusan klinis.
- Berorientasi Komunitas: Pembelajaran diarahkan agar mahasiswa mampu memberikan asuhan kebidanan di komunitas, termasuk wilayah terpencil dan dengan pendekatan budaya lokal.
Evaluasi dan Pengembangan
Kurikulum ditinjau dan dievaluasi secara berkala setiap 4 tahun (atau sesuai kebutuhan) dengan melibatkan dosen, alumni, praktisi, dan stakeholder terkait. Hal ini dilakukan untuk memastikan kesesuaian kurikulum dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kebutuhan masyarakat dan dunia kerja.
